Belajar Bahasa Arab

Kedudukan Kata Atau I'rab Dalam Bahasa Arab/Ilmu Nahwu

Kedudukan Kata Atau I'rab Dalam Bahasa Arab/Ilmu Nahwu. Jabatan/Kedudukan Kata (الْمَحَلُّ) atau biasa disebut juga dengan kata I’rab
Jabatan/kedudukan kata dalalam susunan kalimat bahasa Arab ada empat, yaitu:
Kedudukan Kata Atau I'rab Dalam Bahasa Arab/Ilmu Nahwu

  • Rafa’ (رَفْعٌ) tanda aslinya adalah dhommah (ضَمَّةٌ). Jabatan ini diduduki oleh isim dan fi’il, mengapa tanda aslinya disebut dhommah? karena ketika kita membunyikan huruf yang berbaris dhommah ini mulut kita (bibir kita) terkumpul, kata ضم-يضم dalam bahasa arab artinya adalah mengumpulkan.
  • Nashab (نَصْبٌ) tanda aslinya adalh fathah (فَتْحَةٌ). Jabatan ini juga diduduki oleh isim dan fi’il. mengapa tanda asli dari nashab ini disebut fathah? karena ketika kita membunyikan huruf yang berbaris atau berharakat fathah, mulut kita akan terbuka, kata فتح-يفتح dalam bahasa arab artinya adalah membuka.
  • Jarr atau khofadh (جَرٌّ) tanda aslinya adalah kasrah (كَسْرَةٌ). Jabatan ini khusus untuk isim saja. Mengapa tanda asli dari jar ini disebut dengan kasrah? karena ketika anda membunyikan huruf yang berharakat kasrah seolah-olah mulut anda akan pecah, dalam bahasa arab kata كسر-يكسر artinya adalah memecahkan.
  • Jazam (جَزْمٌ) tanda aslinya adalah sukun (سُكُوْنٌ) . Jabatan ini khusus untuk fi’il saja.
Dari keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa yang mempunyai jabatan dalam kalimat bahas Arab adalah isim dan fi’il saja. Adapun huruf tidak memegang jabatan dalam kalimat, bahkan sebagian huruf berfungsi untuk menentukan jabatan suatu isim atau fi’il. Dan untuk diketahui bahwasanya huruf tidak akan mempunyai makna tanpa di temani oleh salah satu dari kedua macam kata yang lain, yaitu imam isim atau fi’il, sebagai contoh adalah huruf-huruf jar, huruf jar tak akan memberi makana apa-apa (tidak akan membentuk jumlah mufidah) tanpa ditemani oleh isim (kata benda) atau fi’il (kata kerja).

contohnya huruf jar yaitu :

فِيْ

yang artinya adalah “di” atau “pada”, ia tidak akan mempunyai makna apa-apa jika ia berdiri sendiri artinya kita tidak akan memahami makna tertentu jika ia berdiri sendiri, namun jika ia digabungkan atau disertai dengan kata yang lain, maka ia akan memiliki makna, kita contohkan dengan kalimat di bawah ini:

أنا أسكن في سورابايا

Artinya “saya tinggal di Surabaya”. tentu ini adalah jumlah mufidah (bisa dipahami) karena kata “fii” sudah tidak berdiri sendiri namun telah bergabung dengan jenis kata yang lain. Baca Juga : Jenis dan Macam Kata Dalam Bahasa Arab
Kedudukan Kata Atau I'rab Dalam Bahasa Arab/Ilmu Nahwu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ehwah