Belajar Bahasa Arab

Pembagian Isim Mabni

pembagian isim mabni. Hukum asal isim adalah mu’rob (huruf terakhirnya bisa berubah baris), dan yang mabni adalah isim-isim yang menyerupai hurus saja, lihat artikel kami tentang pembagian kata dalam bahasa arab.
pembagian isim mabni

Isim yang mabni adalah isim yang huruf terakhirnya tidak berubah barisnya, tidak peduli amil apapun yang mendahuluinya, kami contohkan sebagai berikut:

في المسجد

Kata masjid di sini adalah isim murab, maka karena ia murab, dan saat ini dimasuki oleh huruf jar yaitu fii, maka barisnyapun berubah menjadi jar (baris bawah atau baris kasrah), di baca fi al-masjidi. Namun kalimat di bawah ini misalnya:

عليهم

kalimat di atas terdiri dari dua kata yaitu “ala” dan “him”. Kata him ini adalah isim yang mabni, dalam artian barisnya tak bisa berubah walaupun didahului oleh huruf jar yang meng-kasrahkan akhir isim (ia tidak berubah menjadi kasrah) tetap saja huruf terakhirnya berbaris sukun, dibaca alaihim.

pembagian isim mabni

Jika kita sudah ada gambaran tentang isim yang mabni, maka sekarang perlu kita ketahui apa saja isim yang termasuk isim yang mabni?

isim mabni di bagi menjadu dua bagian besar yaitu :Pertama: Isim mabni yang selalu mabni (tidak bakal jadi murab). Jenis isim mabni ini dibagi menjadi: isim isyarah, seluruh dhamir, isim maushul, isim syarat, isim istifham, isim kinayah, dan isim ashwat.

Juga kata “qattu”, ladaa, ladun, al-aan, amsi, semuanya termasuk isim mabni. Begitu pula dengan kata haitsu, ia termasuk isim mabni, hhaitsu ini selalu membutuhkan tempat bersandar (idhafah) berupa kalimat atau jumlah, namun jika yang datang setelahnya adalah berupa isim mufrad, maka maka ia dirafakkan karena saat itu dia adalah mubtada’, semisal kalimat :

لاتجلس إلا حيث العلم

“Jangan kamu duduk kecuali di majlis ilmu.” Jadi dalam kalimat di atas ada khabar yang muqaddar atau terhapus yaitu kalimat “maujuud” yang artinya ada. Jadi terjemahan lengkapnya :”Janganlah kamu duduk kecuali dimana ilmu itu ada.

Bagian kedua dari isim mabni adalah, isim mabni yang berubah-ubah dalam artian kadang mabni dan kadang ia murab, sebagai contoh adalah kata : qabla, ba’da, duna, awwal, dan juga arah mata angin yang berjumlah enam, semuanya adalah termasuk dalam pembagian isim mabni yang kedua ini.
Pembagian Isim Mabni Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ehwah