Belajar Bahasa Arab

Syarah Matn al-Jurmiyyah (8): I'rab dan Bina' (Mu'rab dan Mabni)

Pelajaran ke 8

Bab Al-‘Irab dan Al-Binaa
Syarah Matn al-Jurmiyyah (8): I'rab dan Bina' (Mu'rab dan Mabni)

Penyusun kitab matn al-Jurmiyyah berkata:

الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْبِيْرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا.

I’rab adalah berubahnya akhiran kata karena perbedaan amil-amil yang masuk atasnya baik secara lafadz ataupun taqdir.

Setelah penyusun kitab matn al-Jurmiyyah menerangkan Isim, Fi’il dan Huruf selanjutnya beliau menerangkan bahwa setiap huruf akhir dari kata-kata tersebut memiliki harakat akhir yang bisa termasuk dalam al-‘irob atau al-binaa.

Definisi al-‘Irab

Al-‘Irab adalah berubahnya harakat akhiran kata karena perbedaan amil-amil yang masuk atasnya.

Seperti perubahan harakat akhir suatu kalimat dari keadaan rafa’ ke keadaan nashab atau jarr karena masuknya amil-amil yang berbeda.

Contohnya perubahan harokat huruf akhir kata رَجُلٌ dalam firman Allah ta’ala:

قَالَ رَجُلٌ ( سورة غافر : 28 )

Berkata seorang laki-laki…

أتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا ( سورة غافر : 28 )

Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki…

أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ ( سورة يونس : 2 )

Kami telah mewahyukan kepada seorang laki-laki…

Kita lihat harokat akhir pada kata رَجُل berubah-ubah.

Dalam ayat pertama kata رَجُلٌ dirafa’ (berbaris dhammah), karena ‘amilnya adalah fi’il yaitu kata قَالَ menjadikan kata رَجُلٌ sebagai faa’il / subjek yang bertanda rafa’.

Dalam ayat kedua kata رَجُلًا dinashab (berbaris fathah), karena ‘amilnya adalah kata تَقْتُلُوْنَ menjadikan kata رَجُلًا sebagai maf’ulun bihi / objek yang bertanda nashab.

Dalam ayat ketiga kata رَجُلٍ dalam keadaan dikhofadh (berbaris kasrah), karena ‘amil yang masuk adalah huruf jarr إِلَى menjadikan kata رَجُلٍ sebagai isim majrur yang bertanda jarr.

Perubahan harokat huruf akhir dari kata diatas dari keadaan rofa’ ke keadaan nashab kemudian ke keadaan jar dinamakan dengan ‘irab.

Harokat seperti dhommah, fathah dan kasrah disebut alamat ‘irob.

Kata seperti contoh diatas yang harokat huruf akhirnya bisa berubah-rubah dinamakan al-mu’rob.

Adapun maksud dari perkataan penyusun kitab yang berbunyi :

لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا

( perubahannya ) baik dengan terlafazhkan maupun secara taqdir.

Maksudnya adalah perubahan harokat akhir suatu kata terkadang nampak secara zhahir dan terkadang tidak nampak secara zhahir yang mana dalam istilah nahwu dinamakan muqoddar.

Maksud nampak secara zhahir adalah harakatnya bisa diucap dengan jelas, baik harokat dhammah, fathah dan kasroh seperti dalam kata رَجُل diatas

Adapun muqoddar adalah kabalikan dari zhahir, yaitu perubahan harokatnya tidak dapat diucapkan secara zhahir, baik harakat dhammah, fathah ataupun kasrahnya disebabkan adanya hal-hal yang menghalanginya untuk nampak, seperti dalam kata الْفَتَى ( pemuda ) yang mana huruf akhirnya adalah alif yang tidak menerima harakat.

Contoh :

جَاءَ الْفَتَى

Pemuda itu telah datang.

رَأَيْتُ الْفَتَى

Saya melihat pemuda itu.

سَلَّمْتُ عَلَى الْفَتَى

Saya memberi salam kepada pemuda itu.

Dalam contoh pertama kata الْفَتَى harakatnya dirafa’, karena di sini kedudukannya sebagai fa’il/subjek dan tanda rafa’nya adalah dhammah muqoddaroh ( tidak nampak ).

Dan dalam kalimat kedua kata الْفَتَى harakatnya dinashab, karena disini kedudukannya sebagai maf’ulun bihi/objek, (maf’ul bih harakatnya selalu nashab), dan tanda nashabnya adalah fathah muqoddaroh.

Dalam contoh ketiga kata الْفَتَى harakatnya dikhafadh, karena adanya huruf jarr عَلَى yang datang sebelumnya, dan tanda jarrnya adalah kasrah muqoddaroh.

Latihan 1

Buatlah contoh jumlah mufidah/kalimat dari kata-kata dibawah ini satu kalimat dalam keadaan rofa’, satu kalimat dalam keadaan nashab, dan satu kalimat dalam keadaan khofadh.

الْمُدَرِّسُ

الْعَصَا

الْقَلَمُ

Latihan 2

Berilah harakat kada kalimat dibawah ini,kemudian jelaskanlah kedudukan kata yang digaris bawahi beserta alamat/tanda i’robnya seperti dalam contoh !

Contoh :

الغنى غنى النفس ß الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

الْغِنَى : mubtada marfu’,alamat/tanda rofa’nya dengan dhommah muqoddaroh

غِنَى :khobar mubtada marfu’,tanda rofa’nya dengan dhommah muqoddaroh,dan ia adalah mudhaf

النَّفْسِ :mudhafun ilaih majrur,tanda jarrnya kasrah yang zhahir/nampak

1. نهى القاضي النّاس عن شرب الخمر.

2. نصرت المصطفى.

3. الساعي سعى من الصفا إلى المروة.

4. فحص الطبيب المرضى في المستشفي.

5. تالي القرآن محبوب إلى الله.

6. دخل المصلّي إلى المصلّى للصّلاة.

7. أعظم الغنى العقل.

8. الدّنيا مزرعة الآخرة.

9. آفة الرأي الهوى.

10. صاحب يحيى عليّا.
Syarah Matn al-Jurmiyyah (8): I'rab dan Bina' (Mu'rab dan Mabni) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ehwah