Belajar Bahasa Arab

Macam-macam I'rab

Pelajaran ke 9

Macam-macam ‘irab
Macam-macam I'rab

Penyusun kitab matn al-Jurmiyyah berkata:

وَ أَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ : رَفْعٌ , وَنَصْبٌ, وَخَفْضٌ, وَجَزْمٌ. 

فَلِلْاِسْمِ مِنْ ذَلِكَ : الرَّفْعُ, وَالنَّصْبُ, وَالْخَفْضُ, وَلَا جَزْمَ فِيْهَا. 

وَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ : الرَّفْعُ, وَالنَّصْبُ, والْجَزْمُ, وَلَا خَفْضَ فِيْهَا.

Pembagian ‘irab ada empat yaitu :

Rafa’,Nasab,Khofadh/jar, Jazm.

Setiap isim itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, khofadh, tapi tidak mungkin barada dalam kondisi jazm.

Setiap fi’il itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, dan jazm, namun tidak mungkin berada dalam kondisi khofadh

Penyusun kitab al-Jurumiyah menerangkan bahwa macam-macam i’rob ada 4 :

Pertama rofa’, dan tanda aslinya adalah harakokat dommah.

Kedua nasob, dan tanda aslinya adalah harokat fathah.

Ketiga khofadh, dan tanda aslinya adalah harokat kasroh.

Keempat jazm, dan tanda aslinya adalah harokat sukun.

Setiap tanda-tanda i’rob yang asli ini memiliki tempat-tempat tertentu.

Adapun dhommah menjadi tanda rofa’ pada isim dan fi’il mudhari’. contohnya :

يَصُوْمُ الْمُسْلِمُ

Cara mengi’robnya :

يَصُوْمُ : فِعْلُ مُضَارِعٌ مَرْفُوْعٌ لِتَجَرُّدِهِ عِنِ النَّاصِبِ وَ الْجَازِمِ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ

الْمُسْلِمُ : فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ.

Adapun fathah menjadi tanda nashab pada isim dan fi’il mudhari’. contohnya :

لَنْ نَشْرَبَ الْخَمْرَ 

Cara mengi’robnya :

لَنْ : حَرْفُ نَفٍيٍ وَ نَصْبِ

نُعْجِزَ : فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَنْصُوْبٌ لِدُخُوْلِ حَرْفِ النَّصْبِ عَلَيْهِ وَهُوَ ( لَنْ ) وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِ, وَالْفَاعِلُ ضَمِيْرٌ مًسْتَتِرٌ وُجُوْبًا تَقْدِيْرُهُ نَحْنُ.

الْخَمْرَ : مَفْعُوْلٌ بِهِ مَنْصُوْبُ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِ. 

Adapun kasroh menjadi tanda khofadh, dan khofadh khusus untuk isim saja. contohnya :

أَتَكَلَّمُ بِالْعَرَبِيَّةِ

Cara mengi’robnya :

الْعَرَبِيَّةِ : اِسْمٌ مَجْرُوْرٌ لِدُخُوْلِ حَرْفِ الْجَرَّ عَلَيْهِ وَهُوَ ( الْبَاءُ ) وَعَلَامَةُ جَرَّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ.

Adapun sukun menjadi tanda jazm, dan jazm khusus untuk fi’il mudhari’ saja. contohnya :

لَمْ يَذْهَبْ عَلِيٌ

Cara mengi’robnya : 

لَمْ : حَرْفُ نَفْيٍ وَ جَزْمٍ

يَذْهَبْ : فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَجْزُوْمٌ لِدُخُوْلِ حَرْفِ الْجَزْمِ عَلَيْهِ وَهُوَ ( لَمْ ) وَعَلَامَةُ جَزْمِهِ السُّكُوْنُ. 

عَلِيٌّ : فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ.

Kesimpulannya :

Tanda rofa dan nashob ada pada isim dan fi’il.

Adapun khofadh khusus bagi isim, dan jazm khusus bagi fi’il.

Latihan 1

Berilah contoh jumlah mufidah/kalimat yang di dalamnya terdapat :

- isim yang marfu’ dan fi’il yang marfu’

- isim yang manshub dan fi’il yang manshub

- isim yang marfu’, fi’il yang manshub dan isim yang manshub

- isim yang majrur

- fi’il yang majzum

Latihan 2

I’roblah kalimat di bawah ini !

الْإِحْسَانُ يَقْطَعُ اللِّسَانَ 

يَقْرَأُ مُحَمَّدٌ سُوْرَةً مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

لَمْ يَسْتَيْقِظْ أَحْمَدُ مِنَ النَّوْمِ

أَحْمَدُ لَنْ يَضْرِبَ الْكَلْبَ

Latihan 3

Sebutkanlah dari bait syair dibawah ini fi’il manshub beserta adat nashobnya (huruf yang menjadikannya berharokat nashob), fi’il majzum beserta adat jazmnya (huruf yang menjadikannya berharokat jazm).

اِزْرَعْ جَمِيْلَا وَلَوْ فِي غَيْرِ مَوْضِعِهِ # فَلَنْ يَضِيْعَ جَمِيْلٌ أَيْنَمَا زُرِعَا

لَا تَبِعِ الْمَعْرُوْفَ بِالْمُنْكَرِ # إِنْ شِئْتَ أَنْ تَرْبَحَ فِي الْمَتْجَرِ
Macam-macam I'rab Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ehwah